Segelas Coklat dan Obrolan Sore Hari


Sudah sejak siang hari, saat chat dengan Lesky, saya ajak dia ke satu tempat minum dan makan coklat lokal di Madison. Para Yelpers sudah banyak yang memberikan reviu dengan setidaknya empat sampai lima bintang ratingnya. Yes, Yelp loves this place.

Jam 6 kurang lima belas menit saya arahkan mobil dari apartemen menuju kantor Lesky yang hanya berjarak lima menit dengan mobil. Pas jam 6, saya sudah berada di lalu lintas East Johnson untuk menuju Atwood, bagian Timur Madison, yang memang terkenal sangat hippies, dengan berbagai resto lokal yang sangat artsy. Lesky masih menutup matanya, agak ngantuk dan pusing katanya. Saya pun konsentrasi nyetir, di lalu lintas Madison yang agak padat, maklum jam pulang kerja. Tapi ya tetap jalan sih. Gak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemacetan Jakarta, hehehe. Meskipun padat, pengguna lalu lintas di Madison taat aturan lalu lintas dan cendrung sabar dan sopan. Jarang sekali yang membunyikan klakson, jika bukan dalam situasi bahaya. Saya juga terbawa budaya menyetir mereka yang sangat sopan dan beradab. Jadi lebih aman memang dan tidak terburu-buru. Keinginan untuk serakah dengan mengambil jalan orang lain hampir tidak pernah saya rasakan di sini.

Kurang-lebih 15 menit, kami pun sampai ke kedai coklat ini. Chocolaterian. Sebuah kedai kopi lokal yang menyediakan berbagai macam penganan dan  minuman coklat. Selain itu, tempat ini juga menyediakan beberapa menu lain seperti Quiche, Panini, Sandwich, juga teh dan kopi. Tentu saja berbagai macam kue dan penganan coklat tersaji manis di counter. Ada chocolate croissant, 3-layered cakes, macaroons, dll. Jika ingin fondue, mereka juga menyediakan chocolate Fondue.

Kali ini, saya dan Lesky memesan secangkir Parisian hot chocolate yang dibandrol dengan harga 3.7 dollar. Secangkir kecil, tetapi sangat kaya dan kental. Very rich. Jika diibaratkan dengan kopi, mungkin ini sebanding dengan espresso. Benar-benar terkonsentrasi. Untuk menemani hot chocolate kami, kami memesan shortbread. Juga Panini sayuran, dengan tiga macam keju.

Dari luar tempat ini terlihat kecil, namun sebenarnya luas memanjang. Tidak hanya kursi, sofa dan beberapa nook nyaman tempat belajar juga tersedia di tempat eksotis ini. Sore ini kebetulan pengunjung sangat beraneka ragam: ada sekelompok ibu dan grannies yang sedang asik merajut. Kegiatan yang sangat lazim menjelang Winter. Crochet club. Kelompok ini setidaknya terdiri dari 8 sampai 10 orang, masing-masing asik merajut dengan diselingi obrolan sambil meminum secangkir coklat hangat mereka. Di beberapa tempat, ada beberapa mahasiswa yang sedang asik menulis paper dan membaca buku. Ada juga seorang Bapak tua yang sedang membaca buku di sofa yang nampak nyaman. Beberapa pasangan lain asyik bercengkrama, saya dan Lesky termasuk di dalam kelompok ini sepertinya. To have a conversation over a cup of hot chocolate. Sambil mata saya sesekali menikmat pemandangan dapur kedai ini yang dapat dinikmati dari kaca jendela besar. Beberapa Kitchen Aids tampak masih didayagunakan. Oven-oven yang masih beristirahat. Unik. Memang sih, ini bukan kedai coklat ternama seperti Max Brenner, yang menyediakan berbagai macam menu coklat, dan sulit untuk mendapatkan reservasi di resto chain seperti Max Brenner. Kedai coklat Chocolaterian ini teramat lokal.  Pemiliknya yang kebetulan melayani saya. Sangat ramah. Di sebelah tempat kasir, terdapat tulisan: We would really appreciate if you could pay cash for any transaction less than $20. Yah, kedai dan resto lokal memang lebih memilih pembayaran tunai yang tidak perlu membayar fee kepada bank. Dengan melakukan ini sebenarnya agar mereka bisa menjaga harga produk mereka tetap terjangkau. Sayang sekali saya tidak punya cukup tunai saat itu. Tetapi saya sudah catat, agar membawa cash jika nanti ke sini lagi.  Madison memang terkenal sebagai salah satu kota yang menghargai produk lokal. Cita rasa lokal sangat kental di kota ini.

Dan benar adanya, coklat memang mujarab sebagai anti depresi. Saya memang agak penat akhir-akhir ini, apalagi kalau bukan karena si disertasi hehehe.  Belum lagi rasa was-was menunggu balikan dari adviser saya yang pastinya akan kembali dengan banyak coretan, hehehee. Lesky juga lumayan terbantu setelah menyeruput coklat hangat yang sangat kental dan kaya ini. Sudah lama gak ngedate di suasana santai seperti ini. Rasanya asik aja, ngobrol tentang rencana-rencana ke depan, sambil menghirupi minuman hangat ini sambil sesekali mengunyah Panini atau Shortbread.

Mengapa coklat? Dari beberap artikel yang saya baca, coklat mempunyai banyak keunggulan. Di antaranya adalah dapat membantu menurunkan stress, dengan sifat anti depressantnya. Entah sugesti atau memang coklat minuman saya sudah langsung bekerja, saya cukup merasa santai. Juga, coklat mengandung lemak nabati dan lemak tak jenuh, yang juga ditemukan pada minyak zaitun. Konon juga katanya, dengan mengkonsumsi coklat, mood dan perasan kita bisa dibangun kembali karena adanya zat dopamine yang dikandung coklat. Zat yang dihasilkan saat seseorang jatuh cinta. Nah! Asik kan? Selain itu juga, coklat mengandung kadar antioksidan yang dapat memperlambat penuaan. Dan untuk kamu yang harus begadang malam demi menulis paper atau disertasi seperti saya, coklat juga mengandung kafein yang dapat membuat kita terjaga dan mencegah kantuk. Alternatif lain dari kopi, kan?

Dua jam pun berlalu. Gelas-gelas coklat kami sudah tandas. Piring tempat Panini dan shortbread sudah saatnya diletakkan ke tempat piring kotor. Ya, di sini kami terbiasa untuk merapihkan sendiri cangkir dan piring kotor, tidak menunggu pelayan membersihkannya. Kalau mengutip orang New England, atau Massachusetts, mereka biasa menyebutnya: Buzz after yourself! :)

Hari di bulan Oktober memang lebih pendek, dibandingkan dengan musim panas yang masih terang benderang sampai pukul 10 malam. Bulan Oktober, langit Madison sudah gelap saat pukul 7:30 malam, karena matahari sudah tenggelam sejak pukul 6:30 tadi. Kami pun beranjak meninggalkan kedai kecil lokal ini menuju parkiran yang berjarak lima menit berjalan kaki.

Senang, tenang dan damai. Juga, lebih berenergi rasanya. Pulang ke apartemen, saya sudah siap berjibaku dengan setumpuk bacaan dan tulisan yang harus saya cicil tiap hari.

Thanks to you, hot chocolate!

Selamat berkarya teman-teman di Indonesia. Jangan lupa untuk minum secangkir coklat jika sedang merasa sedih, capek atau stress ya! :)

Semoga besok ada cerita baru lagi untuk saya bagi….

:)

WP_20141029_010WP_20141029_008WP_20141029_002WP_20141029_001WP_20141029_021

Perempuan Pelangi by Nelly Martin, on youtube!


Perempuan Pelangi can be ordered from Amazon!


Perempuan Pelangi bisa diorder di Amazon: 

http://www.amazon.com/Perempuan-Pelangi-Indonesian-Edition-Martin/dp/602251620X