(Belajar) Terima kasih, Pak Harry!


Kemarin,
saya tidak bisa datang ke salah satu kelas karena ada dua orang teman baik yang sedang mengalami kesedihan. Sebenarnya sudah bersiap-siap menuju kelas, tapi waktu mampir ke ruangan mereka, saya memutuskan untuk berbicara dengan mereka. Kesedihan mereka membuat saya memutuskan untuk tinggal sejenak tetapi ternyata saya harus tinggal dan berusaha menenangkan mereka.
Setelah mereka agak tenang, hampir 1 jam, saya harus ke kelas lainnya dan baru ingat bahwa ada tugas yang harus dibawa ke kelas. Karena belum mencetak tugas saya itu, saya pun terburu-buru ke ruangan saya. Anehnya, printer (pencetak) tidak berkerja baik hari itu. Seorang teman menawarkan untuk mencetak dari ruangannya. Hampir terlambat ke kelas, saya terburu-buru hendak mengambil tugas saya itu di ruangan utama. Saat itulah, DR. Aveling, dengan tatapan matanya yang teduh berpapasan dengan saya, dia mencari saya. Aduh, tidak enak hati rasanya, karena saya tidak masuk kelas hari ini, dan sebelumnya saya sudah bertemu beliau di perpustakaan.

Lalu, dengan suaranya yang halus, beliau bilang: “Nelly, I put the materials that we had today in class on your desk and the reading for Monday is on the blackboard”. Terenyuh hati saya mendengarnya. Seorang guru besar dengan segala ilmu, pengalaman dan kebijaksanaannya mau bersusah-susah memberikan materi yang saya lewati hari ini.

“Terima kasih, Bapak. Maaf saya tidak bisa datang hari ini, dua orang teman saya sedang dalam kesusahan hari ini….. (dan saya pun menyebutkan apa yang terjadi dengan kedua orang teman itu).
Dengan bijak, beliau berkata, “Nelly, you did what you had to do. It’s good that you’re beside them when they’re sad”.

Tertegun saya. Sungguh, kebijakan Pak Harry sanggup membuat saya terdiam beberapa lama.
Kebijakan seorang yang berilmu namun sangat rendah hati dan selalu menenangkan murid-muridnya.
Di meja saya, terletak dua paket materi tertulis nama saya dan teman lain yang tidak hadir. Dan tulisannya adalah: Kepada Yth. Ibu Nelly and Ibu Lauri- tulisan Pak Harry dengan bahasa Indonesianya yang lancar.

Dan hari itu, saya belajar lagi tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang guru dan seorang manusia.

Terima kasih, Pak Harry.

Untuk guruku,
Dr. Harry Aveling.
Gordy, Spring 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s