Perjalanan Musim Panas


Semua perjalanan yang telah saya lewati selama musim panas ini begitu mengesankan.



Mengapa mengesankan?

Karena saya berkesempatan menikmati satu perjalanan panjang dengan Lesky, sahabat terdekat saya, di mana dalam satu hari kami pergi sejak pagi sampai pagi lagi🙂 itupun hanya menyusuri dua kota saja; Rotterdam dan Den Haag. Hari itu niat hati kami adalah mengunjungi “Taman Mini Versi Belanda aka Madu Rodam” di Den Haag, tetapi entah kenapa saat itu Lesky mengajak saya turun di Rotterdam. Dan tanpa kami duga, stasiun R’dam saat itu sesak sekali, jauh lebih sesak dibanding beberapa waktu kami mampir di sana. Kami ikuti saja arus orang-orang itu. Tiba di luar stasiun, kami mencoba mencari tahu gerangan yang terjadi. Dan dugaan Lesky benar, hari itu R’dam sedang mengadakan Zomer festival. Pantas saja penuh sesak sekali kota cantik ini.

Kami pun menghabiskan waktu beberapa jam di sana untuk sekedar melihat karnaval, yang memakan waktu berjam-jam sebelum dimulai dengan sebelumnya menikmati penampilan grup musik lokal di panggung besar yang dibangun di dekat Centrum. House musik pun menggema keras. Restoran-restoran pun disesaki orang-orang yang asik menikmati bergelas-gelas bir sambil berjoget kesana-sini🙂.
Jam lima sore, kami putuskan untuk menembus sesaknya sekumpulan orang, untuk menuju ke stasiun.
Ternyata keputusan kami benar adanya, sesampai di Den Haag yang hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit dari R’dam, kami pun menuju Madu Rodam. Karena saat itu sedang Summer, maka pertunjukan Madurodam at night pun kami saksikan pada pukul 11 malam, setelah matahari terbenam. Sebuah penutupan yang manis setelah puas menikmati indahnya kota-kota seluruh Belanda dalam sebuah miniatur.

Perjalanan lainnya adalah perjalanan Sabtu lalu, bukan saja bisa menyusuri empat kota dalam satu hari tetapi juga bisa berpergian dengan teman-teman baru yang luar biasa.
Kami; Amalia, Arya, Reyhan dan saya mengunjungi empat kota dalam sehari. Perjalanan yang sungguh tertata dengan baik😉, karena Arya selaku pimpinan kelompok😉 mengadakan yahoo conference malam sebelumnya guna menyusun rencana, Amel dan Reyhan pun ditunjuk sebagai sekretaris dan time keeper. Saya? menikmati privilege sebagai turis🙂. Atas usul Amel, kami pun bisa menikmati paket perjalanan musim panas dengan harga spesial untuk gerbong kelas 1 (senangnya, karena baru sekali itu bisa menikmati duduk di kelas eksekutif, hehehe). Dimulai dengan -S Hertongenbosch aka Den Bosch yang hanya memakan waktu 30 menit dengan kereta, kami pun berniat mencari souvenir, tetapi sayang tokonya tutup. Setelah berjalan-jalan sebentar, kami pun menuju toko kue “Jan De Groot” yang menjual Boscthebollen, kue yang bentuknya seperti sus tetapi lebih besar yang didalamnya terdapat vanila dan dilapisi coklat. Kue ini terkenal karena kelezatannya maka tidak heran para pembeli pun mengantri. Karena beberapa orang dari kami sedang shaum, maka kami pun tidak langsung menikmatinya.
Setelah berputar sebentar di kota ini, kamu pun menuju Utrecht untuk melihat pameran buku. Utrecht, jantung negara Belanda masih tetap cantik buat saya. Setelah sempat menyasar sebentar, kami pun dengan pasti melangkahkan kami menuju tempat pameran buku. Sebelum sampai ke tempat yang dituju, kami sempatkan berfoto sebentar di sebuah ruangan yang unik. Menyenangkan.

Tiba di pameran buku, kami sempat berpencar karena kesenangan kami berbeda. Beberapa jam kami habiskan di sana, sebelum akhirnya kami bersatu kembali untuk menuju Delft. Di kota ini, salah satu dari kami juga berniat mencari tanda mata, karena kerjinan Delft, the blue memang sangat terkenal. Buat saya, kesempatan ini sangat menyenangkan karena baru kali itulah saya menginjakkan kaki di kota yang dianggap beberapa orang sebagai Belanda yang sesungguhnya. Kota ini memang indah, unik dan klasik. Hampir sama dengan kota lainnya, kota ini juga dipenuhi kanal, gereja tua, centrum, namun tetap saja menawarkan keindahannya sendiri. Amel, yang sudah beberapa kali mengunjungi kota ini pun bertindak sebagai penunjuk jalan. Kami pun menuju gereja tua, centrum dan berjalan menyusuri kanal. Tidak lupa beberapa foto kami ambil sepanjang perjalanan ini.

Saat sedang asik berpose di depan city hall, mata kami dikejutkan dengan kehadiran seekor babi di tengah centrum!. Pemilik dari babi ini adalah seorang wanita tengah baya. Tidak hanya kami yang tercengang, penduduk lokal pun sepertinya terheran-heran karena biasanya anjing yang dipelihara dan diajak berjalan-jalan, bukan babi😉.
Di Delft, saya tidak lupa mencicipi kebab yang katanya paling enak😉, meskipun harus melewati perjalanan yang cukup menguras tenaga,🙂.
Dari Delft kami meneruskan perjalanan ke Den Haag dengan menumpang trem. Jarak dari Delft ke Den Haag memang tidak terlalu jauh, hanya menghabiskan empat strip strippenkard. Sepanjang perjalanan mata saya tidak puas-puasnya memandang ke luar. Kota ini memang cantik sekali.
Tiba di Den Haag, kami pun berfoto di depan gedung parlemen Belanda yang megah dengan air mancur di depannya. Sebuah reuni manis dengan pemandangan ini, setelah hampir setahun lalu. Beberapa gaya aneh pun tercipta dan Arya adalah pemenangnya🙂.

Perjalanan kami pun ditutup dengan buka puasa bersama di mesjid Indonesia, Al Hikmah. Ramai sekali mesjid ini, sungguh berbeda dari mesjid Turki yang kami kunjungi beberapa hari lalu. Berbagai macam makanan khas Indonesia kami nikmati. Saya pun berkesempatan berkenalan dengan sekelompok remaja Indonesia yang lahir dan besar di Belanda, namun sangat kental keislamannya. Sungguh saya terkesan sekali dengan mereka, meskipun tidak lahir dan besar di Indonesia, tetapi kecintaan mereka terhadap Indonesia dan Islam sangat besar. Tidak berkerudung, tetapi komitmen mereka terhadap Islam sangat terjaga. Belum habis terkesima saya, lagi-lagi saya bergetar saat seorang pemuda memimpin kami untuk bersholawat bersama, bersamaan dengan dikumandangkannya sholawat, hati saya terenyuh dalam. Subhanallah.
Jam 9.30 pun, kami bergegas meninggalkan mesjid untuk kembali ke Eindhoven.

Perjalanan ini sungguh mengesankan bagi saya karena saya bisa mengenal lebih dekat beberapa teman baru saya. Saat di kereta kami isi dengan sekedar bertukar cerita, bermain kartu uno sampai menyantap kue enak dari Den Bosch. Di gerbong yang sepi itu, kami seperti sang pemiliknya😉. Saat kami menyantap kue yang sudah terlalu lama tersimpan di dalam tas, kondektur kereta menawarkan mengambil foto kami berempat😉.
Semua teman baru saya ini sungguh istimewa. Dibalik segala kelebihan yang mereka miliki, mereka bukan hanya baik hati tetapi juga sangat rendah hati.
Saya lagi-lagi mendapatkan pelajaran hidup.
Alhamdulillah.

Summer 2009,
Eropa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s