Perpisahan dan perjumpaan


Aku belajar banyak malam lalu.
Terlalu banyak pelajaran malah.
Sayang, otakku ini kurang mampu mencerna semuanya sehingga mungkin banyak kejadian yang terlewatkan begitu saja yang seharusnya bisa terpetik maknanya sebelum menguap begitu saja.
Terlalu banyak kejadian kah? tidak juga, mungkin saja.
Mungkin dimulai dari perasaanku minggu lalu.-selalu saja dari perasaan, beginilah kalau orang sanguinis:)-
Entah kenapa perasaan sedih dan kangen akan teman-temanku di kantor begitu kuat sehingga beberapa email,sms terkirim untuk mereka, dan kebanyakan tidak berbalas, yah mencoba berpositif thinking, mungkin mereka sibuk. Tak tahan, aku menelpon ke kantor. Ada nuansa lain. Ada yang lain. EHm, rindu itu tidak terlepaskan seluruhnya. Masih ada yang mengganjal. Duhai kawanku, tidakkah kau rasakan rinduku yang begitu hebatnya kepadamu?
Jiwa ini perih menahannya.
Dan rindu itu masih saja ada, terselip di ruang hatiku,menempati tempatnya sendiri, yang kadang menggeliat dan bergejolak, di sela aktivitasku.
Dan tadi malam,terjawab sudah, seorang sahabat mengabarkan bahwa salah satu teman baik kami pindah kerja ke kantor pusat. Sebuah berita baik tentu saja, dan aku tentu saja bahagia, karena itu berarti teman baikku ini bergerak maju menggapai mimpinya, tetapi tidak kupungkiri bahwa ada perasaan sedih menyeruak di hatiku,menggeliat begitu dasyat sehingga mampu membuatku menangis tersedu…bayangan kebersamaan bersamanya dan yang lain berdatangan seperti slide- kebersamaan kami di waktu pagi, makan pagi bersama di jurusan bahasa Jepang, ngobrol sampai ngegosip, masak bersama, makan di luar setelah pulang kantor sampai hari-hari prajab yang begitu melelahkan tetapi menyenangkan karena kehadiran mereka- semua…semua hadir dalam pikiranku…
Entahlah…
begitu bisik hatiku selalu..
jika pertanyaan tentang kesiapan aku kembali ke Indo,dan ke kantor muncul.
Sahabat baikku akan pergi ke Australia untuk menempuh masternya. Saat mengetahuinya bulan Oktober lalu, aku senang sekali, karena akhirnya dia mendapatkan apa yang dia impikan. Kita berdua boleh dibilang scholarship hunters:)
Senang dan sedih—lagi-lagi itu yang kurasakan..I am trully happy for her. Yet, I am sad knowing that my coming back to the office will be without her.

Sayup-sayup ku dengar, Vertical Horizon…..
“Best I Ever Had (Grey Sky Morning)”

So you sailed away
Into a grey sky morning
Now I’m here to stay
Love can be so boring

Nothing’s quite the same now
I just say your name now

[Chorus]
But it’s not so bad
You’re only the best I ever had
You don’t want me back
You’re just the best I ever had

You are the best I ever had..my fellow friends..
you always are…

I am trying to convince myself that friendship is regardless the time and space..
and you can see me and I can see you as well
if both keep each inside our hearts.
Never will I cry again, I am assuring myself..
coz..everyone needs to make a step in her life..
needs to go one step ahead…
needs to go further..
needs to reach her dream..

the lesson I got is…everyone will be on her own…

yah,
pada akhirnya setiap kita harus sendiri, tidak peduli berapa banyak teman dan sahabat yang dimiliki,
tak peduli betapa sayang pasangannya terhadap dirinya..

bukankah..kita hanya sendiri saat memberikan pertanggungjawaban di hari akhir nanti?
yah, itu lah..
itulah yang harus mampu kucerna saat ini..
pahit memang…
tapi aku yakin aku bisa..
bukankah jamu juga pahit tetapi memberikan khasiat yang luar biasa?

Hale Kuahine…
Martin Luther’s day..
at 10:45 AM
January 15, 2007

Honolulu Memory

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s