Doa untuk Pejuang Keluarga


Pagi ini,

dalam untaian doa pertama,

saat sinar menembus jendela rumah kita,

kusempatkan menguntai doa,

untukmu yang tercinta.

Wahai pejuangku,

Semoga Allah membuka jalan & pintu rezekimu,selalu,

di antara cucuran peluh,

yang mengalir membasahi nadi dan laku.

Wahai pejuangku,

Semoga keringat yang mengalir adalah tetesan pahala tak terbendung,

yang sanggup menyeka lelahmu di antara penat dan harapmu.

Wahai pejuangku,

semenjak pagi tadi,

aku telah menyelipkan doa untukmu, perjalananmu dan rizki kita,

bahwa Allah akan menghitung duka, lelah,

asal ikhlas adalah kata yang senantiasa kau ingat.

Wahai pejuangku,

kembalilah lagi, di senja nanti,

saat mentari tak lagi bersinar terlalu garang,

membawa sisa keringat yang telah kau curahkan,

untukku, untukmu, untuk kita.

Wahai pejuangku,

ingatlah bahwa doaku ada di antara doamu,

di antara lelah dan kesahmu.

Percayalah pejuangku,

keringat yang mengalir saat kau berjuang adalah pahala yang akan menjadi butiran berkah.

keikhlasan saat menjalani aral yang menerpa adalah langkah yang Allah hitung dalam bingkai ridho-Nya.

Insya Allah.


,

Lenteng Agung
lunch time,

march 1, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s