Pringles vs. Keripik Singkong


Sariwangi, tempe dan kecap Bango adalah barang mewah di sini,

bertemu mereka di Asian groceries rasanya menyenangkan sekali.

Harganya bisa sedikit lebih mahal dari hershey, ghirardeli…atau bahkan Ben’s Jerry

Panera bread, Starbucks bisa menjadi barang yang teramat biasa dan keseharian,

bagaikan warung kopi yang mungkin tiap hari harus dikunjungi

oleh mereka yang mencintai kopi dan roti.

Dan ketika pengalaman hidup ini sudah berbeda standar karena keadaan,

semestinya memang toleransi dan pengertian yang mesti dikedepankan…

Ketika, kita yang berjarak ini ternyata mengucap merk yang berbeda di obrolan jarak jauh kita,

semestinya memang pengertian yang komprehensif yang harus dipahami di awalnya,

konteks yang sudah berbeda…

Tiada satu pihak yang bermaksud meninggikan gaya hidup,

karena pringles toh sama nilainya dengan keripik singkong….

tahu isi menjadi barang yang sangat mewah….

karena burger kita bisa temui dengan mudahnya….

rendang menjadi makanan yang paling dirindukan, karena susu dan keju bisa didapat dalam bentuk berbagai rupa dengan harga yang teramat terjangkau…

karena buat saya, jajanan pasar dan gorengan pinggir jalan tetap menjadi bagian yang paling saya rindukan,

dan sayangnya, adalah barang mewah di sini…

Sekedar renungan di pagi hari,

My room, Madison,

Winter 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s