Menunggu kamu…


Dulu, pernah menunggu orang yang sama…
Satu dasawarsa menunggunya…

Penat, lelah, juga gundah.

Saya ingin sudahi saja rasanya,

tetapi menghilangkan kamu sama saja beratnya.

Hidup saya pasti gak akan jauh lebih mudah, bahkan akan terasa lebih tidak terarah.

Entah kapan kita akan berjumpa lagi,

satu dasawarsa rasanya terlalu lama.

Ini percikan kisah masa lalu, masa abu-abu, saat kita pertama kali beradu pandang dan hati kita terkunci di lembaran kisah kita masing-masing. Kita seperti berjanji, bahwa di suatu saat nanti akan ada kisah lanjutan dari semua yang belum kita mulai

Dan kamu tidak pernah memberi pasti kapan kita akan berada di satu dimensi ruang dan waktu lagi.

***

Lalu, harus bagaimana?

Sabar saja katamu, karena cerita kita tidak akan usai. Kita akan terus merangkai dan menjalin rangkaian ini menjadi bentuk yang terindah. 

Jadi, menunggu?

Ya, menunggu,

menunggu yang tercinta dan terindah itu memang sepertinya terlalu lama,

tetapi akan terlalu indah, apabila telah datang masanya.

 

Menunggu yang tercinta,

Madison, WI,

Saxony, January 2012

 

3 responses to “Menunggu kamu…

  1. Muhammad Anta Kusuma

    KEREN!

  2. Saya akan selalu menunggumu yang tercinta dan terkasih..with love always..
    (Baca ini ditengah hujan dan kemacetan..kereeeeennn..)

  3. Well written honey! You know what, I never thought I’d find someone to love me. But now, I can’t barely think there is a day without you in my mind…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s