“Satu Hati Yang Tulus Cukupkan?”


Perjumpaan kita di suatu senja, itu waktu yang terbaik.

Itu menurut saya.

Tidak tahu apa yang berdetak di hati kamu.

Benua, jarak dan waktu kita terpisah.

Di pagi hari waktuku,

kamu menjelang malam,

kita berbicara.

 

Banyak kata yang kamu lepaskan pada akhirnya.

Bukan soal rasamu padaku,

pertemanan kita melebihi rasa terindah yang pernah kita miliki.

Aku menjadi apa adaku,

kamu pun sama.

 

Dan aku mencintaimu, temanku.
apapun kamu dan siapapun kamu, latar belakang apapun yang kamu punya, jalan hidup yang mana pun yang kamu mau daki, aku akan menjadi pendukung terbesarmu.

Kita berjalan bersisian, bahkan saat dunia membelakangimu,

Aku yang akan mengggandeng tanganmu, dan berkata:
Satu hati yang tulus cukup kan untuk meredakan harimu?

 

Datanglah ke Madison,

kita akan habiskan malam-malam di sudut kafe dan minum kopi kesukaan kita,

bertukar cerita,

bahkan yang terahasia,

karena takdir telah memilih kita untuk bertemu.

Adamu aku syukuri,

meskipun katamu kita berbeda.

 

Dan kamu selalu tahu, beda kitalah yang selalu kusyukuri sejak kita pertama bertegur sapa.

 

Terima kasih telah menjadi kamu,

aku tidak memilih jiwa lainnya untuk menjadi sahabatku.

 

Percakapan antar benua.

Madison, Feb 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s