Berpuasa di Negeri Jauh (1)


Pagi ini janjian nonton Bola pertandingan Belanda-Mexico dengan teman yang sedang mengambil SJD (Scientiae Juridicae Doctor, sometimes also referred to as a Doctor of Laws- setara PhD). Dia berasal dari Cina. Saat bertemu, dia ingin menraktir es krim. Karena sedang berpuasa, saya menolaknya dengan halus tanpa menyebut saya sedang berpuasa. Bukan apa-apa saya hanya tidak ingin dia menjadi sungkan untuk makan atau minum di depan saya. Lalu ia menawarkan untuk membeli minum, akhirnya saya pun menjelaskan ttg puasa. Secukupnya. Ia kaget karena saya tidak bisa makan dan minum mulai dari subuh sampai matahari terbenam. Tapi saya tekankan berkali-kali bahwa ia silakan makan dan minum, jangan sungkan demi saya. “I’m fine. Please, don’t mind me.” kata saya. Di saat sedang menonton pun, karena saat makan siang, penonton lain asik makan dan minum. Buat saya, itu makna shaum (puasa) sebenarnya: Saat kita menahan diri untuk tidak minta dihormati saat menjalankan ibadah, tidak memaksa mereka yang berbeda keyakinan untuk mengikuti dan menghormati saya dengan memaksa/meminta mereka tidak makan dan tidak minum di depan saya. Bukankah itu adalah makna puasa sesungguhnya: kita menahan diri…. bukan untuk minta dihormati!#RamadanKesekianJauhDariIbu Selamat Berpuasa, Teman-teman!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s