Martabak ini kelewat spesial


Martabak ala L!

L! Minggu pagi, setelah dia selesai urusan paginya, nanya: “Mau aku bikinin apa, babe?” Maksudnya buat sarapan. Karena L udah janji bikin martabak sejak minggu lalu, dan karena dia sibuk banget, maka kutagih janji itu, di Minggu pagi berhujan ini.

Di dapur L sibuk. Potong-potong, goreng-goreng. Sampai tersajinya martabak ini. Mungkin martabak ini biasa aja, tapi kalau dikaitkan dengan transformasi L sejak dulu, buat saya jadi luar biasa.

L yang lahir seperti kebanyakan anak lelaki di Indonesia lainnya, dulu punya pandangan bahwa dapur adalah arena wanita. Maklum dia besar diasuh satu orang pembantu sejak kecil sampai dia kuliah, selain mamanya yang wanita karir, tentunya. Perjalanan L ke Belanda untuk kuliah, dan pisah benua dengan diriku yang saat itu kuliah di US, yang membawa L mulai mendekati dapur- untuk bertahan hidup! Hahahaha

Setelah kami bersama lagi, dan saat melihat istrinya yang sedang sekolah, L pun dengan sangat pengertian berbagi beban di apt mungil kami. Bersama kami berbagi urusan domestik. Weekdays sih, hampir selalu aku yang masak, karena L udah selalu capek pulang kantor. Weekend biasanya dia suka manjain istrinya dengan masakan-masakan sederhana dia, mulai dari bubur sumsum, banana bread, martabak telur, bakwan sampai bakso!

Kata L: “Kita sama-sama aja beresin dan masaknya. Kamu sibuk, saya juga. Jadi apt bukan hanya urusan kamu, tapi juga urusan saya. Urusan bareng-bareng.”

Ah, L, selalu bisa bikin aku terharu!

#PhDLife #Madison # Spring 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s