(suka duka traveling!)


Entah kenapa nih lagi stuck banget rasanya dengan Chapter analisis, udah dipelototin bolak-balik tetep aja masih belum dapet ide lagi. Biasanya kalau lagi mentok gini, L ngajakin hiking atau jalan ke danau atau taman sekitar, tapi karena L lagi sakit, jadi kita memutuskan di apt aja….

Dan ide-ide buat nulis hal lain selain D itu pun minta dikeluarkan… Koleksi kenangan saat jalan-jalan baik liburan atau perjalanan urusan konfrensi atau workshop keluar lagi…

Yang paling baru sih perjalanan ke Missoula bulan lalu, tapi cerita-cerita seru lainnya masih lumayan banyak dan sayang kalau dilupakan gitu aja.

Salah satu yang menarik adalah pengalaman jalan-jalan ke Tokyo tahun lalu atau Winter break tahun 2014-2015. One of the highlighted pieces of the whole adventure.

Dan, satu keseruan di antara keseruan yang lain itu pun dimulai… serunya kami sih. Hehehe.

Kami tiba di bandara Narita sekitar jam 10 malam dari bandara O’hare, Chicago. Setelah urusan bagasi selesai, kami pun menuju loket tempat penjualan tiket subway (shinkansen). Petugas cukup ramah walau dengan bahasa Inggris yang terbata-bata dan pelayanan cukup mudah juga cepat, karena tidak ada yang mengantri. Kami pun berjalan berjalan mengikuti marka jalan, saat asyik menggeret (hihihi, apa sih menggeret) dua koper besar kami, kami pun dihentikan dengan sangaaaaaaatt sopan oleh polisi Jepang (Asli, itu polisi, mau kasih tahu kalau kita salah jalan caranya sopaaaaaaan banget!) kalau kita ambil arah yang salah. Baik banget deh. Sampe nunduk-nunduk gitu lagi.

Singkat cerita akhirnya kami pun sudah sampai di dalam Shinkansen yang akan membawa ke hotel kami. Kereta lumayan sepi dan yang pasti bersih!!!!! Gak ada sampah satu pun. Singkat cerita kami sudah sampai di hotel (tulisan berikutnya bakal ceritain deh gimana kita sampai ke hotel di tengah malam itu, another fun and exciting adventure!).

Setelah check-in, kami pun menuju kamar kami dan leganya rasanya bisa mandi, dan lurusin badan setelah 12 jam dari O’hare, Chicago. Sebelum istirahat, kami pun menyiapkan itinerary untuk besok juga menelpon salah satu kerabat kami yang tinggal di Tokyo. Ryo-san, sahabat saat di Athens, Ohio.

Nah, kejadian sebelum tidur ini yang seru. Saat Lesky menyiapkan itinerary dan uang untuk naik kereta besok pagi. Nah saat itulah kami baru sadar kalau Lesky ternyata sudah memberikan 1000 yen, saat membeli tiket kereta, bukan 10 dollar. Kebetulan kami memang sudah menukar uang saat di O’hare sehingga kami sudah punya Yen saat tiba di Narita. Warna dari pecahan 100, 1000 dan 10 Yen memang sekilas sama. Mungkin setelah berada di pesawat 12 jam dan capek, Lesky salah mengambil uang. 1000 Yen kira-kira sama 100 dollar. Lumayan nyesek dan syok sih. Kami juga yakin bahwa petugas di loket juga tidak memperhatikan. Jadi, ya, malam itu kami sadar bahwa kami baru saja kira-kira kehilangan sekitar 90 dollar-an. Lumayan bikin syok yaaaaaaaaaahhhhh, kan lumayan bisa buat jalan-jalan…..

Lesky lumayan kaget, dan gw tentu aja BT donk. Pengen ngomel, tapi udah gak punya tenaga, udah ngantuk juga, tapi sumpah sebel aja gitu.  Mau marah gak tahu deh ama siapa. Tapi sumpah, belajar ikhlas itu susah banget ya. Asli susah. Apalagi saat itu, hehehe. Gw bayangin bisa buat apa aja itu 1000 Yen….

Lesky sih bilang: Ya, ikhlas aja. Kan udah hilang, mau gimana lagi? Insya Allah nanti dikasih gantinya.

Tapi, tetep aje yeeeeee, sussaaaaaah buat ikhlas hieiiheihe. Gw tetep merengut-rengut. Semakin Lesky nyoba yakinin gw untuk ikhlas, semakin gw pengen ngomel. hihihi. Kelakuan banget emang gw ini.

Besok paginya, kami pun siap-siap untuk perjalanan hari 1 menyusuri kota Tokyo. Saat mau sarapan, hape Lesky tiba-tiba ada notif. Email dari kantornya.

Gw pun tambah sewot ya: Duh, please deh, masih check email aja, liburan nih, liburan. Sambil ngeloyor mau keluar kamar.

Lesky tetep baca email dan gak lama kemudian, dia deketin gw sambil berbisik: Tuh aku bilang apa, kalau kita ikhlas, Allah tuh Maha Pemurah. Alhamdulillah, barusan dapat email dari J*** (nama bosnya Lesky di Madison), kalau aku dapat bonus yang jumlahnya 3 kali lipat. Insya Allah sebagai pengganti uang kita yang hilang tadi malam, ya.

Ya, tentu gw seneng, tapi hikmah dari semuanya adalah: memang ikhlas itu ilmu yang paling sulit dan susah. Kemampuan melihat hikmah pun sampai sekarang masih tertatih gw pelajarin. Tapi gw selalu ketemu pengalaman yang membuat gw selalu percaya: Allah is there. Juga, selalu ada hikmah di antara semua peristiwa!

**

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s