Martabak ini kelewat spesial


Martabak ala L!

L! Minggu pagi, setelah dia selesai urusan paginya, nanya: “Mau aku bikinin apa, babe?” Maksudnya buat sarapan. Karena L udah janji bikin martabak sejak minggu lalu, dan karena dia sibuk banget, maka kutagih janji itu, di Minggu pagi berhujan ini.

Di dapur L sibuk. Potong-potong, goreng-goreng. Sampai tersajinya martabak ini. Mungkin martabak ini biasa aja, tapi kalau dikaitkan dengan transformasi L sejak dulu, buat saya jadi luar biasa.

L yang lahir seperti kebanyakan anak lelaki di Indonesia lainnya, dulu punya pandangan bahwa dapur adalah arena wanita. Maklum dia besar diasuh satu orang pembantu sejak kecil sampai dia kuliah, selain mamanya yang wanita karir, tentunya. Perjalanan L ke Belanda untuk kuliah, dan pisah benua dengan diriku yang saat itu kuliah di US, yang membawa L mulai mendekati dapur- untuk bertahan hidup! Hahahaha

Setelah kami bersama lagi, dan saat melihat istrinya yang sedang sekolah, L pun dengan sangat pengertian berbagi beban di apt mungil kami. Bersama kami berbagi urusan domestik. Weekdays sih, hampir selalu aku yang masak, karena L udah selalu capek pulang kantor. Weekend biasanya dia suka manjain istrinya dengan masakan-masakan sederhana dia, mulai dari bubur sumsum, banana bread, martabak telur, bakwan sampai bakso!

Kata L: “Kita sama-sama aja beresin dan masaknya. Kamu sibuk, saya juga. Jadi apt bukan hanya urusan kamu, tapi juga urusan saya. Urusan bareng-bareng.”

Ah, L, selalu bisa bikin aku terharu!

#PhDLife #Madison # Spring 2015

On Marriage By Kahlil Gibran


On Marriage ┬áKahlil Gibran You were born together, and together you shall be forevermore. You shall be together when the white wings of death scatter your days. Ay, you shall be together even in the silent MEMORY of God. But let there be spaces in your togetherness, And let the winds of the heavens dance between you. 20141127_234411 Love one another, but make not a BOND of love: Let it rather be a moving sea between the shores of your souls. Fill each other’s CUP but drink not from one cup. Give one another of your bread but eat not from the same loaf Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone, Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same MUSIC. Give your hearts, but not into each other’s keeping. For only the hand of Life can contain your hearts. And STAND together yet not too near together: For the pillars of the TEMPLE stand apart, And the oak tree and the cypress grow not in each other’s shadow. -November 28, 2014 Madison, Wisconsin Happy Anniversary to my soulmate, L.

Going Korean: Making Some Bulgogi.


Haloooooooo,

Annnyyyooonngggggg……

Madison sudah dua hari ini lebih hangat, dan hujan. Hangat untuk ukuran Madison ya, sekitar 5 derajat celcius (biasanya -10 sampai -20C soalnya hehehe).

Mau berbagi cerita di hari Minggu ini lagi ah. Seperti biasa, hari Minggu kami biasanya suka masak bareng, coba-coba menu baru. Kali ini, kami masak Korean Bulgogi! Mashitaaaaaaaaa :)

Jumat lalu saat ke Midway Asian market saya ketemu beef ribs (Biasanya kalo ribs di sini, adalah pork ribs). Saya langsung beli. Belum tahu mau masak apa. Akhirnya Jumat malam diputuskan untuk memasak Korean Bulgogi! Kebetulan kami suka mencoba makanan berbagai negara, salah satunya makanan Korea. Saya pertama kali saya coba Korean bbq di Hawaii bersama teman di Hale Kuahine, lalu setelah di Madison, saya beberapa kali ke dua resto Korea di kota ini dan beberapa kali ke Chicago demi makan Korean bbq. Saya langsung cari resep yang dikirimkan oleh Sue, teman baik saya, seorang Korean American yang beberapa kali mengundang saya ke apartmentnya untuk menikmati sajian ala Korea: Bulgogi, Seafood pancake, Kimchi dan salad dengan Korean dressing. Sue dengan senang hati berbagi resepnya.

Setelah saya baca, ternyata tidak begitu sulit untuk membuatnya. Beberapa bahan ada di dapur, sisanya saya harus cari di Traders Joe’s (TJ’s).

Hari Sabtu pagi pun datang. Setelah kembali dari TJ’s, kami pun mulai memasak.┬áResep asli ┬ábulgogi memakai gula, namun saya menggantinya dengan palm sugar.

Siap untuk menikmati Bulgogi kami? Hhehehe…. Hana, dul, set…..

The marinade: Soy sauce, palm sugar, water, onion, green onion, garlic, sesame oil and sesame seeds.

The marinade: Soy sauce, palm sugar, water, onion, green onion, garlic, sesame oil and sesame seeds.

Setelah selesai membuat bumbu untuk marinade, satu per satu beef ribs saya masukan ke dalam marinade untuk didiamkan selama 24 jam agar bumbunya meresap…..

Ready for marinating this for about 24 hours!

Ready for marinating this for about 24 hours!

After a 24-hour marinate!

After a 24-hour marinate!

Let's grill this!

Let’s grill this!

Ready to savour! Yay!

Ready to savour! Yay!